Legislator Desak BPOM Tarik Blackmores yang Diduga Beracun dari Marketplace
Isu keamanan produk kesehatan kembali mencuat. Kali ini, sorotan tertuju pada suplemen terkenal Blackmores, yang diduga mengandung zat berbahaya. Seorang legislator mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk segera menarik produk tersebut dari seluruh platform marketplace di Indonesia demi menjaga keselamatan konsumen.
Desakan dari DPR: Keselamatan Konsumen di Ujung Tanduk
Anggota Komisi IX DPR RI menyuarakan kekhawatiran atas masih bebasnya peredaran Blackmores yang dicurigai mengandung bahan beracun. Ia menilai BPOM lamban dalam merespons isu ini, padahal produk tersebut dikonsumsi oleh masyarakat luas dari berbagai kalangan, termasuk ibu hamil, anak-anak, dan lansia.
“Kami mendesak BPOM segera bertindak. Jangan tunggu korban berjatuhan. Produk yang berpotensi membahayakan harus segera ditarik dari peredaran,” tegas sang legislator dalam pernyataan resminya.
Marketplace Jadi Sorotan
Dengan meningkatnya transaksi produk kesehatan secara online, marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada menjadi kanal utama distribusi suplemen. Namun, celah pengawasan justru muncul di sini. Legislator menilai kurangnya regulasi ketat terhadap penjual di platform digital menjadi alasan produk bermasalah bisa tetap beredar meski sudah dalam pengawasan.
Ia juga menyoroti peran e-commerce dalam memastikan produk yang dijual memenuhi standar keamanan dan izin edar dari BPOM.
BPOM Diminta Transparan
Selain penarikan produk, legislator juga meminta BPOM untuk transparan mengumumkan hasil uji laboratorium, termasuk kandungan apa yang ditemukan pada Blackmores yang diduga beracun. Menurutnya, masyarakat berhak tahu informasi utuh terkait apa yang mereka konsumsi.
Transparansi ini, menurutnya, juga akan menghindarkan spekulasi liar dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih selektif dalam membeli produk kesehatan.
Respons BPOM Masih Dinanti
Hingga saat ini, BPOM belum memberikan keterangan resmi secara detail mengenai dugaan kandungan beracun dalam produk Blackmores tersebut. Meski begitu, masyarakat diimbau untuk berhati-hati, mengecek nomor registrasi BPOM, dan hanya membeli produk dari sumber resmi.
Pakar kesehatan juga menyarankan agar konsumen tidak sembarangan membeli suplemen, terutama dari penjual tidak terpercaya di platform daring.
Kesadaran Publik Harus Ditingkatkan
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa edukasi konsumen dan pengawasan pemerintah harus berjalan beriringan. Di era digital yang serba mudah, keamanan produk tak boleh dikorbankan demi efisiensi distribusi.
Masyarakat diharapkan lebih waspada dan tidak tergoda dengan harga murah atau janji manfaat yang berlebihan. Sementara itu, desakan terhadap BPOM agar bergerak cepat kini menjadi sorotan utama publik.